Selasa, 25 Mei 2010

antara materi dan hati nurani

we learn business and management with (almost) all of our heart
just so we know how to do it right, create jobs for others, and of course make ourselves rich (let's just don't be so naive, shall we?)
the most important thing i learn about business is trust. to trust others and be trusted. of course with responsibilities.

gw heran kenapa bisa ada orang yang terlalu gegabah dalam melakukan hal yang disebut bisnis (whatever kind of business he's running). once a man said, orang bodoh adalah orang yang jatuh ke lubang yang sama dua kali. berarti gw bs bilang klo orang ini adalah orang yang sangat amat bodoh, karena sepertinya dia sudah lebih dari 2 kali melakukan hal yang sama, dilihat dari sudut pandang gw yg sebenarnya ga terlalu tau apa2 juga sih.
tp rasa kesal ini udah bener2 meluap.

what families are for?
buat gw pribadi, keluarga adalah orang-orang yang bilang "i'm so proud of you" bahkan ketika lo merasa gagal mencapai sesuatu. keluarga adalah orang-orang yang selalu ada untuk memeluk dan bilang "udah, gausah nangis. gapapa kok, you can still fix it", yang selalu memberikan support no matter what, just so you can achieve what you want.
keluarga adalah orang-orang yang pertama kali pengen ditemuin, pengen dikasih tau, kalau akhirnya berhasil achieve sesuatu.
it's always nice to have a supporting family, to guide you through your sorrows and dark days, to be there when you succeed, to help you through anything when you need help.
tapi gw benci banget klo embel2 "keluarga" dibawa2 klo uda mulai menyangkut masalah materi. seperti, yang diakui atau tidak, sering terjadi.

lies. another lies. some other more lies.
siapa sih yang ga mau ngebantu klo orangnya jujur, bisa dipercaya, terutama memegang omongan dan janjinya? lain ceritanya klo orangnya sering bohong, datang hanya kalau ada perlu saja, kalau engga perlu yaudah hilang entah kemana ga keliatan batang hidungnya. padahal bukan orang yang asing juga.
kesel juga ngeliatnya. ya kasian, ya sedih, ya kesel juga.
kasian liat istrinya yang kesana-kesini cari uang untuk hidupnya dan anaknya
kasian liat anak2 nya yang ngeliat orang tuanya ky gitu, tapi ga bisa bantuin apa2 juga selain belajar yang bener dan ga bikin ulah biar ga nambah beban pikiran orang tua
kasian liat bagaimana mereka dipandang dan dilihat oleh orang-orang lain yang (pernah) sering berurusan dengan mereka
kesel karena kenapa sih ga mau belajar dari kesalahan?
kenapa sih ga mau mencoba sesuatu yang lebih menjanjikan dengan tingkat resiko yang lebih kecil?
kenapa sih gitu-gitu lagi? kenapa sih klo dateng selalu berhubungan dengan hal itu?
kenapa sih ga pernah dateng membawa kabar baik?
kenapa sih selalu itu lagi alesannya? klise. muak!
apa sih yang salah dengan otak dan hati lo? itupun klo lo masih punya.
lo ga malu apa sm anak istri lo? lo ga malu sm orang2 yang pernah berhubungan sm lo?
better yet, lo ga malu sm keluarga lo sendiri?!
kenapa sih ga mau mencoba sesuatu yang at least will not cost you that much of your life?
not your money. your LIFE!
klo seperti ini juga siapa yang masih hormat sm lo?!
hey, buka mata lo!
liat sekeliling lo
liat apa yang telah lo lakukan ke orang2 yang lo bilang lo sayang
orang2 yang selalu ada di saat lo butuh bantuan,
yang selalu lo bohongin juga tapi tetep bantuin lo
orang2 yang kesel, bahkan mungkin benci sm lo tapi kasian sm anak istri lo
orang2 yang pada akhirnya jadi orang2 terakhir yang mau menerima lo dan maafin semua kesalahan yang uda lo perbuat, di saat ga ada lg yang mau memandang lo

why can't you see that you are actually still loved, even when it's too impossible to love you?
why won't you see yourself through their eyes?
why won't you change?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar